Puasa dan Manfaat nya
Puasa
Puasa dalam bahasa Arab adalah ash-Shiyam (الصيام) yang secara bahasa berarti al-imsaaku anisy syai’i (الإمساك عن الشيئ) yakni menahan dari sesuatu baik perkataan ataupun makanan.
Bisa pula menggunakan kata ash-shaum (الصوم) yang secara bahasa juga berarti al-imsaak (الإمساك) atau menahan.
Dua kata ini, baik shaum maupun syiham, keduanya ada dalam Al-Qur’an. Namun, Al-Qur’an menggunakan kata shaum lebih umum dalam artian menahan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala
Secara istilah puasa (dalam agama islam) adalah menahan dari segala sesuatu yang dapat membatalkan dari waktu terbit fajar (shubuh) hingga terbenamnya matahari (magrib). Puasa yang ada dalam agama islam di wajibkan berpuasa dalam satu bulan, ketika bulan Ramadhan (bulan ke- 9 dari 12 bulan dalam setahun), adapun puasa yang sunnat, seperti puasa senin kami, puasa daud, puasa ayamul bidh, puasa arofah, dan lainnya
Apa yang kita dapatkan
jika kita berpuasa?
1. Meningkatkan Taqwa
Puasa
Ramadan mampu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena seseorang dengan
tulus menahan lapar, haus, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasanya demi
mengharap pahala dari-Nya.
Hal ini
juga termaktub dalam perintah menjalankan ibadah puasa Ramadan yang terdapat
dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183, di mana Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ
ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS
Al-Baqarah: 183).
2.
Melatih Kesabaran
Rasulullah
SAW menegaskan pentingnya kesabaran bagi umatnya saat berpuasa dengan
menghindari ucapan yang buruk serta perbuatan yang dapat membatalkan ibadah.
Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
وإذا
كانَ يَوْمُ ضَوْم أَحدكم فلا يرفتُ وَلا يَصْحَبُ فَإِنْ سَابُهُ أَحَدٌ أو
قائلهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
Artinya:
"Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah
berkata-kata kotor dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang
mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa."
(HR Bukhari dan Muslim).
3.
Menahan Syahwat
Salah
satu manfaat disyariatkannya puasa adalah kemampuannya dalam menahan dan
mengendalikan syahwat, karena orang yang berpuasa dilarang untuk menuruti hawa
nafsunya. Hal ini juga didasarkan pada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW:
يا معشر
الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فَإِنَّهُ أَعْضُ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ
الفرج ومن لم يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصُّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وجَاءَ
Artinya:
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang memiliki kemampuan,
maka menikahlah. Karena itu akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga
kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu
adalah tameng baginya." (HR Bukhari dan Muslim).
4.
Melemahkan Godaan Setan
Saat
berpuasa, godaan setan menjadi lebih lemah karena pembuluh darah dalam tubuh
manusia menyusut.
Penyempitan
pembuluh darah ini turut membatasi pergerakan setan yang mengalir dalam darah
manusia, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW:
إِنَّ
الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Artinya:
Sesungguhnya setan berjalan dalam diri manusia melalui aliran darah." (HR
Bukhari dan Muslim).
5.
Menyehatkan Hati dan Badan
Tanpa
diragukan, puasa membawa manfaat bagi kesehatan, baik bagi hati maupun tubuh
secara keseluruhan. Dengan berpuasa, seseorang dapat mengendalikan syahwat dan
meredam permusuhan yang berpotensi menimbulkan penyakit hati.
Ketika
hati dalam keadaan sehat, maka tubuh pun akan ikut sehat. Hal ini sebagaimana
disampaikan dalam sabda Nabi SAW:
أَلَا
وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا
فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Artinya:
"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka
baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad.
Ketahuilah bahwa ia adalah hati." (HR Bukhari dan Muslim).
6.
Mengajarkan Hidup Hemat dan Sederhana
Puasa
mengajarkan pentingnya hidup hemat dan sederhana. Sering kali, seseorang yang
berpuasa menyiapkan beragam hidangan untuk berbuka sebagai bentuk antusiasme
menyambut adzan Maghrib.
Namun,
saat waktu berbuka tiba dan makanan disantap, sering kali hanya sedikit yang
dikonsumsi karena perut sudah terasa kenyang. Akibatnya, masih ada makanan dan
minuman yang tersisa.
Dari
sini, dapat diambil pelajaran bahwa manusia terkadang hanya menuruti hawa
nafsunya saat menyiapkan makanan. Oleh karena itu, berhemat adalah pilihan yang
lebih bijak.
7.
Menumbuhkan Rasa Syukur
Puasa
membantu seseorang menyadari nikmat yang sering dianggap biasa, seperti rasa
kenyang dan kepuasan setelah makan. Ketika nikmat tersebut hilang, barulah
seseorang memahami betapa berharganya hal itu.
Kesadaran
ini menjadi salah satu bentuk rasa syukur, karena seseorang dapat lebih
menghargai nikmat yang telah diberikan selama ini.
8.
Menumbuhkan Kepedulian terhadap Sesama
Dengan
berpuasa, seseorang bisa merasakan bagaimana sulitnya hidup bagi mereka yang
kurang beruntung, yang harus menahan lapar dan dahaga setiap hari. Hal ini
menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan
merasakan penderitaan mereka yang kekurangan, seseorang terdorong untuk lebih
peduli dan membantu orang-orang yang membutuhkan.
9.
Momen Refleksi Diri
Puasa
di bulan Ramadan dapat menjadi momen untuk merefleksikan diri agar dapat
menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Diharapkan,
segala kebaikan yang dilakukan selama Ramadan dapat terus dijaga dan diamalkan
sepanjang tahun, tidak hanya terbatas pada bulan suci ini.
10.
Melatih Diri dan Disiplin
Pada
bulan Ramadan, umat Islam bangun di waktu dini hari untuk makan sahur agar
memiliki energi dalam menjalani puasa sepanjang hari. Setelah sahur, sebagian
orang melanjutkannya dengan menunaikan sholat malam hingga sholat Subuh.
Saat
malam tiba, umat Islam berbuka puasa lalu melaksanakan sholat tarawih serta
berbagai amalan lainnya, seperti membaca Al-Qur'an atau beriktikaf. Rutinitas
ini berlangsung selama sebulan penuh, sehingga membantu umat Islam melatih
kedisiplinan dalam mengatur waktu.
11.
Mempererat Silaturahmi
Suasana
kebersamaan dalam menjalin silaturahmi terasa semakin kuat di bulan Ramadan.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang membagikan takjil gratis untuk
berbuka puasa.
Selain
itu, silaturahmi juga terjalin melalui sholat berjamaah di masjid, berbagi ilmu
tentang Islam, serta mengikuti ceramah dan diskusi keagamaan yang diadakan
selama bulan Ramadan.
12.
Menjaga Keseimbangan Hidup
Puasa
di bulan Ramadan juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan
dalam hidup. Kadang kala, kesibukan duniawi membuat seseorang lalai dalam
menjalankan ibadah, bahkan meninggalkan kewajiban seperti sholat lima waktu.
Di
bulan Ramadan, umat Islam kembali diingatkan untuk menyeimbangkan kehidupan
dunia dan akhirat, sehingga tidak hanya fokus pada urusan duniawi, tetapi juga
memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Join the conversation